10/12/10

Prinsip Desain ...

Accessibility ...
>>  Sistem harus dapat digunakan, tanpa modifikasi, oleh sebanyak mungkin orang.
  • perceptibility : untuk keterbatasan panca indera.
  • operability : untuk keterbatasan fisik.
  • simplicity : untuk keterbatasan pengalaman, literacy, dan konsentrasi.
  • forgiveness : meminimalkan kesalahan pengguna dan akibat yang di timbul kan nya.
Aesthetically Pleasing ...
>> Sistem harus menarik secara visual.
  • Menyediakan kontras yang bermakna antar elemen-elemen layar yang berbeda.
  • Melakukan pengelempokkan.
  • Menyelaraskan elemen-elemen dan kelompok-kelompok dalam layar.
  • Menyediakan representasi 3 dimensi
  • Menggunakan warna dan grafis secara efektif dan sederhana.
Availability ...
  • Seluruh objek harus tampak setiap saat.
  • Hindarin penggunaan mode.
Clarity ...
>> Antar muka harus jelas secara visual, konseptual, dan linguistik, termasuk penggunaan.
  • elemen-elemen visual
  • fungsi
  • metafora
  • kata
  • teks
Compatibility ...
  • Tampilan harus compatible dengan pengguna, task dan pekerjaan, pekerjaan.
  • Mengadopsi prespektif pengguna
Configurability ...
>> Tampilan harus mudah di personalisasi, konfigurasi, dan rekonfigurasi untuk :
  • Meningkatkan sense of control
  • Memfasilitasi pemahaman pengguna
Consitency ...
  • Sistem harus serupa dalam, tampilan, aksi, operasi.
  • Aksi yang sama harus memberikan hasil yang sama.
  • Posisi dan elemen-elemen standar sebaiknya tidak berubah.
Control ...
  • Kontrol harus di serahkan pada pengguna, agar pengguna menurut caranya dapat menentukan, what to do, how to do it. dan dapat menyelesaikan dengan mudah.
  • Antarmuka yang sederhana dapat di prediksi, konsisten, fleksibel, customizable, dan pasif memberikan kontrol kepada pengguna.
Directness ...
>> Berikan alternatif agar pengguna dapat melakukan task secara langsung.

Efficiency ...
  • Minimalkan gerakan mata dan tangan, serta aksi kontrol lainnya.
  • Antisipasi keinginan dan kebutuhan pengguna semaksimal mungkin.
Familiarity ...
  • Gunakan konsep dan bahasa yang familiar bagi pengguna.
  • Antarmuka harus alami dan sesuai dengan pola perilaku pengguna, melalui penggunaan real word methapors.
Flexibility ...
  • Fleksibilitas adalah kemampuan sistem untuk merespon perbedaan individual.
  • Peningkatan fleksibilitas biasanya diimbangi dengan penurunan usabilitas, sehingga penerapannya harus di pertimbangkan dengan matang.
Immersion ...
>> Munculkan immersion agar pengguna menikmati dan puas terhadap sistem, hal ini dapat dilakukan melalui ;
  • Tantangan yang harus diselesaikan.
  • Konteks yang dapat di mempertahankan fokus pengguna.
  • Tujuan yang didefinisikan dengan jelas.
  • Feedback langsung tentang aksi dan perfomansi.
  • Perasaan kontrol terhadap aksi, task, dan lingkungan.

Obviousness ...
  • Sistem harus mudah dipelajari dan di pahami.
  • Pengguna harus mengetahui what to look at, what it is, what, where, when, why, and how to do it.

Predictability ...
>> Pengguna harus dapat mengantisipasi dampak dari setiap task yang dilakukannya pada sistem.

Responsiviness ...
  • Sistem harus dapat segera merespon permintaan pengguna.
  • Sediakan respon dalam bentuk visual, tekstual, maupun auditory.
Tranparency ...
>> Sistem harus memfasilitasi pengguna untuk fokus pada tasknya, tanpa mengetahui mekanisme antarmuka.

Trade-offs ...
  • Desain akhir harus mempertimbangkan trade-offs antar prinsip-prinsip tersebut.
  • Kebutuhan pengguna harus di utamakan dari pada kebutuhan teknis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penjiplakan adalah tindakan rendahnya kreativitas anda !